Monaco Gagalkan Kemenangan Manchester City, Penalti Menit Akhir Bikin Laga Berakhir 2-2

Monaco, 2 Oktober 2025 —
Stade Louis II menjadi saksi dari sebuah malam penuh drama. Manchester City, sang juara bertahan Liga Champions, dipaksa berbagi angka setelah AS Monaco tampil dengan determinasi tinggi dan menutup laga dengan skor 2-2. Penalti Eric Dier di menit ke-90 menjadi klimaks dari duel yang menegangkan ini.

Sejak menit awal, City tampak menguasai permainan. Kombinasi umpan cepat dan pressing tinggi membuat Monaco tertekan. Namun, tuan rumah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap grup. Dengan disiplin dan keberanian, mereka memaksa City bermain di bawah tekanan publik Stade Louis II.


Dua Gol Haaland, Dua Kali Pulihnya Monaco

Erling Haaland kembali menegaskan reputasinya sebagai predator kotak penalti. Gol pertamanya lahir di menit ke-15 lewat sentuhan tipis yang mengecoh kiper lawan. Namun, Monaco hanya butuh tiga menit untuk menjawab. Jordan Teze melepas tembakan jarak jauh spektakuler yang membuat Ederson tak berdaya.

Menjelang babak pertama usai, Haaland kembali menorehkan namanya di papan skor. Sundulan kerasnya setelah menerima umpan silang Nico O’Reilly membawa City kembali unggul 2-1. Skor ini bertahan hingga turun minum, dan banyak yang mengira City akan pulang dengan tiga poin penuh.

Drama di Penghujung Laga

Babak kedua berjalan dengan intensitas tinggi. City mengontrol tempo, namun Monaco tak pernah kehilangan fokus. Beberapa peluang emas City, termasuk tendangan Phil Foden yang mengenai mistar, menjadi pertanda bahwa malam itu bukan milik mereka sepenuhnya.

Puncak drama terjadi di menit ke-90. VAR menemukan pelanggaran Nico González terhadap Eric Dier di kotak terlarang. Stadion bergemuruh ketika wasit menunjuk titik putih. Dier, yang sebelumnya menjadi korban, maju sebagai eksekutor. Dengan tenang ia mengirim bola ke gawang, menaklukkan Ederson, sekaligus memastikan Monaco meraih poin pertamanya musim ini.


Reaksi dan Refleksi

Usai pertandingan, Haaland mengaku kecewa. “Kami mencetak dua gol, tapi itu tidak cukup. Kami harus lebih baik,” ucapnya.
Pep Guardiola pun tak menutupi rasa frustrasinya. Menurutnya, timnya terlalu ceroboh dalam mengelola keunggulan.

Di sisi lain, Monaco layak berbangga. Eric Dier menjelma pahlawan malam itu, sementara semangat juang seluruh pemain menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi siapapun di Liga Champions.


Hasil imbang ini mungkin terasa pahit bagi Manchester City, tetapi menjadi kemenangan moral bagi AS Monaco. Liga Champions sekali lagi membuktikan dirinya sebagai panggung di mana kejutan selalu mungkin terjadi, dan di Stade Louis II malam itu, Monaco menulis kisah heroiknya.

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link